WAJAH BERSERI, HATI BERMANIK-MANIK HIPOKRISI

Kehidupan menyediakan banyak hal, relasi, dan kejadian; entah yang kita rindukan, inginkan, butuhkan, entah yang tidak kita butuhkan, yang kita benci, yang tidak kita sukai, dan lain sebagainya. Kenyataannya, kita telah berproses dalam kehidupan itu sendiri, sehingga membentuk jati diri, relasi, pekerjaan, dan karakter.

Kita telah melalui berbagai jembatan kehidupan. Jembatan-jembatan itu menghubungkan diri kita dengan yang lain. Di situ tercipta relasi, entah suka atau tidak suka, relasi itu tetap saja hadir tanpa kita duga sebelumnya. Yang satu menyingkirkan yang lain agar relasinya dengan orang-orang tertentu menjadi baik dalam pandangannya sendiri; sementara itu, yang lain masih tetap menjaga relasinya dengan sahabat-sahabatnya; semuanya memperlihatkan bahwa “ruang sosial kita” terukur oleh waktu. Kita mencoba menciptakan ruang khusus agar dapat bergembira dengan orang-orang yang kita kenal baik. Lebih dari itu, relasi-relasi yang terbentuk membuat kita menikmatinya, terus mengupayakan sebuah kehidupan yang benar di mata Tuhan.

Kita menemukan diri kita ada dalam sangkar waktu, yang setiap gulirannya mendorong kita untuk sadar dan sekaligus berjuang, bertahan hidup, menunjukkan kekuatan identitas, atau menunjukkan kekuatan hipokrisi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Ruang-ruang relasi sosial mempertontonkan berbagai jenis karakter. Kepongahan (keangkuhan), kerendah-hatian, kejujuran, kelamahlembutan, hipokrisi, kekejaman, kebaikan, ketulusan, adalah fakta “tindakan manusia” yang terpampang jelas di dalam sangkar waktu.

Mungkin kita pernah melihat ada orang-orang tertentu yang menunjukkan wajahnya yang berseri dalam setiap perkataan yang dia ucapkan. Tetapi kita tidak tahu apakah perkataan-perkataan tersebut benar-benar tulus atau ada “udang di balik batu?” Kita hanya dapat melihat faktanya selang beberapa waktu atau barangkali kita langsung mendengar apa rencananya yang telah ia susun saat kita mendapat bocorannya atau mendengar secara langsung (tanpa disengaja).

Memang, tampilan wajah bisa menipu orang lain, tetapi isi hati siapa yang tahu? Soal isi hati, akan diketahui dalam fakta itu sendiri. Artinya, semua akan terungkap ke permukaan waktu rencana-rencana yang dilandasi hipokrisi. Klausa “WAJAH BERSERI, HATI BERMANIK-MANIK HIPOKRISI” memang melekat pada seseorang atau orang-orang yang secara alami merasa dirinya hebat, berkuasa, dan menggunakan wewenangnya dengan sesuka hati. Ia tidak melihat bahwa waktu-waktu mendatang masih merupakan misteri di mana mungkin dia akan bertemu dengan mereka yang pernah ia sakiti, ia anggap remeh, dan ia anggap sampah hidup.

TitleActor

Sejatinya, orang-orang yang menunjukkan wajahnya yang berseri, tetapi hatinya bermanik-manik hipokrisi akan sampai pada titik waktu di mana ia menjadi tidak berdaya, menjadi orang yang terhina (yang dulunya ia anggap dirinya paling mulia), menjadi orang yang malang (yang dulunya ia tidak peduli dengan mereka yang ia hina, dan rendahkan). Tuhan tidak tinggal diam, meski waktu yang kita nantikan mengenai kejatuhannya sangat lama. Semuanya kembali kepada kuasa dan kedaulatan-Nya.

Yang terpenting dari fakta tersebut, kita tetap menjaga integritas kita. Jangan melupakan integritasmu sebab dialah yang membawamu ke puncak karakter yang sesungguhnya. Orang-orang yang memiliki manik-manik hipokrisi dalam hatinya, akan menampakkan perilaku hipokrit dan ingin memuaskan hawa nafsunya, menyingkirkan mereka yang tampak kuat, dan mencari pendukung sebanyak mungkin. Tipe orang seperti ini mudah ditinggalkan orang pengikutnya, sebab ia hanya bermodal kelihaian berbicara tanpa teladan yang benar. Ia akan tersiksa dengan perbuatannya sendiri dan menuai apa yang ia taburkan.

Ia menjadi pemimpin dari para pengikut yang juga hipokrit. Para pengikutnya menjadi “penjilat”, pura-pura berbuat baik dan peduli dengannya, menyetujui segala rencana dan tindak-tanduknya, menyanjungnya setinggi langit, dan mereka suka berpura-pura lucu saat dia bertindak tidak lucu. Pada akhirnya, yang tersisa adalah ruang kosong yang akan diisi oleh dia dan para pengikutnya. Ruang kosong tersebut tak akan pernah penuh sebab ternyata para penyanjungnya hanya meluberkan kepura-puraan dan memanfaatkannya. Baik dia dan para pengikutnya sama-sama saling memanfaatkan. Pokoknya simbiosis mutualistis.

Kita dapat belajar dari fakta ini, bahwa integritas yang kita miliki harus tetap diperhankan karena integritas yang menentukan karakter kita. Jangan mengubah atau menjual integritas hanya karena kita dibuai sesuatu yang “wah”. Ketika kita menjual integritas, kita ternodai, kita terluka dan akan menjadi luka batin berkepanjangan. Orang mungkin berpikir: “Ah, tidak apa-apa menjual integritas, asalkan saya mendapatkan untung, mendapatkan apa yang saya inginkan. Toh saya bisa memperbaikinya.” Kelemahan dari pikiran semacam ini, berpotensi untuk terus melakukan hal yang sama, dan pada akhirnya, integritasnya menjadi barang murahan, atau menjadi “pelacur” yang siap meluncur saat dibutuhkan. Lambat-laun, tak ada integritas yang dimilikinya; yang tersisa adalah lubang-lubang hipokrisi, yang terisi dengan nanah, yang menimbulkan bau tak sedap.

Laisser tomber son masque

Hipokrisi memang bermanfaat (dalam arti negatif) bagi mereka yang tergolong “orang-orang berhati mulia dalam pandangan mereka sendiri, atau dalam pandangan orang yang menjadi pemimpin mereka”. Akan tetapi, ini hanya terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Orang yang selalu menampilkan wajah berseri, tetapi hatinya terdapat manik-manik hipokrisi akan menjadi “bos” dari para penjilatnya yang sejati. Meraup berbagai keuntungan adalah rencana terbesar mereka. Segala cara akan dilakukan asalkan nyaman, aman, dan tidak ketahuan.

Masque de la persona ou la psychologie analytique | DPJ puissance et joie

Manik-manik hipokrisi mengental tatkala kenyamanan yang mereka rasakan semakin menyenangkan mereka. Kita yang terkesima (tercengang) dengan “politik cat duco” – cara menyemprotkan fakta buruk yang sebenarnya dengan cat duco agar tampak mengkilat, menutupi semua keburukan yang dimiliki oleh pemimpin hipokrit maupun para pengikutnya yang juga hipokrit – yang pada tataran tertentu akan lapuk termakan waktu, kuasa, dan kedaulatan Tuhan, Sang Maha Melihat.

Kita yang hidup dengan hati yang jujur di hadapan Tuhan, tetap akan mendapatkan kemuliaan melebihi kemuliaan yang kotor yang didapatkan oleh para hipokrit. Ketika Tuhan mengangkat kita, integritas kita semakin kuat. Pertaruhan integritas menghadapi fakta hidup yang kadang tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan, menyisahkan ruang berpikir bagi kita untuk tetap konsisten di hadapan Tuhan, bertahan pada kebenaran dan tetap jujur kepada-Nya.

Tak ada yang perlu ditakutkan. Tuhan pasti menyertai orang-orang yang berserah dan bersandar pada-Nya. Kebenaran tetaplah kebenaran; hipokrit tak bisa berubah menjadi kebenaran. Kita yang adalah pelaku kebenaran mendapatkan “waktu berharga” dari Sang Khalik, sebab Ia mendidik dan membentuk kita dari guliran waktu yang terpampang di depan mata kita.

Hargai waktu, hargai integritas, sebab karakter kita akan terbentuk menjadi bejana yang indah, bejana yang dibuat langsung oleh Tuhan. Jangan kompromi dengan hipokrisi demi meraup sesuatu, tetapi tetap setia pada Tuhan, karena Dialah yang membuat kita bahagia, membuat kita menikmati segala kemurahan-Nya, membuat kita menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah, sehingga kita tidak menyia-nyiakannya. Tetaplah bersyukur kepada Tuhan sebab Ia bertindak dan memberkati, serta menolong kita tanpa kita duga.

Salam Bae

Sumber gambar:

  1. https://georgianewsdaily.com/single-again-fake-feelings/
  2. https://muirgilsdream.tumblr.com/post/10651796049
  3. https://id.pinterest.com/pin/473722454532070067/
  4. https://bencaosdiarias.com/2016/06/20/20-de-junho-religioso-pedra-de-tropeco/
  5. ficadicaclaudialima.blogspot.com/2018/09/6-sinais-de-que-voce-esta-lidando-com.html?spref=pi
  6. rocio-desdelossilencios.blogspot.com/2015/11/virtudes-envueltas-en-falsas-modestias.html?spref=pi
  7. https://www.developper-puissance-et-joie.com/le-masque-de-la-persona-ou-la-personnalite-analytique/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: