“ANDREIA”

Kata “keberanian” adalah adalah sebuah sikap atau langkah yang diambil untuk melakukan sesuatu. Keberanian bersifat aktif. Keberanian memiliki konteks tersendiri dan tidak semua hal membutuhkan keberanian. Hanya hal-hal tertentu saja membutuhkan keberanian.

Keberanian itu sendiri didorong, terjadi, tercipta, dan muncul karena adanya situasi atau kondisi yang mengikatnya. Tak ada keberanian yang muncul secara terpisah dengan konteks yang sedang melingkupi seseorang. Dengan demikian, keberanian memperlihatkan eksistensinya dalam hal-hal tertentu yang dengannya, jatidiri, identitas, iman, keyakinan, harapan, dan prinsip hidup dapat diwujudkan, diaplikasikan, dikonfirmasi, dan bertambah teguh.

Filsuf Yunani yang bernama Plato, pernah membahas dan memberikan definisi terhadap kata “keberanian”. Keberanian (Yun. “andreia”; dengan sebutan yang berasal dari kata itu yakni “andrea” dan “andria”) melingkupi segala situasi yang dialami seseorang di mana ia secara yakin memelihara keyakinan itu. Kata “andreia” itu sendiri digunakan sebagai implikasi dari rasa yakin seseorang untuk mencapai sesuatu.

Menurut Plato, “dalam semua situasi” seorang pemberani akan tetap memelihara keyakinan itu—pada saat menderita atau merasa hikmat, pada saat penuh keinginan dan pada saat didera ketakutan—dan tidak pernah membuang keyakinan itu dari jiwanya.” (The conservation of the conviction which the law has created by education about the fearful things […] And by the phrase ‘under all conditions’ I mean that the brave man preserves it both in pain and pleasure and in desires and fears and does not expel it from his soul” [The Republic 429c]).

Keberanian tersimpan dari diri manusia dan muncul pada situasi-situasi tertentu. Keberanian tidak hanya berbicara menaggapi sesuatu tetapi berani menghadapi sesuatu, memegang sesuatu (konsisten) dan tak mudah berubah pikiran. Pada “andreia” terletak komitmen yang teguh untuk siap menghadapi apa pun yang merintangi langkah-langkahnya. Hanya mereka yang berani dalam menguji diri sendiri seberapa kuat ia menghadapi dan seberapa jauh ia melangkah.

Mereka yang berani adalah mereka yang tentu bijaksana dalam menampilkan “andreia” mereka. Andreia bukan sembarang andreia, tetapi selalu ada pemikiran bahwa andreia yang ia miliki tidak menjadi sia-sia. “Siapa yang berani adalah mereka yang telah berpikir untuk merencanakan sesuatu, entah rencana jangka pendek, maupun jangka panjang.”

Andreia adalah milik mereka yang tak mudah putus asa; milik mereka yang yakin akan pimpinan Tuhan. Ia tahu bahwa ia tidak sendiri menghadapi hidup; bahkan andreia yang ia miliki tak akan terbuang sia-sia ketika ia dengan yakin bahwa ia telah mampu melakukan secara nyata perbuatan-perbuatan dari imannya kepada Tuhan.

Andreia adalah kekuatan hidup dan prinsip seseorang. Mungkin, andreia dapat pudar, tetapi tak ada kata “menyerah” bagi mereka yang telah terbiasa menunjukkan keberanian bertindak dan menghadapi berbagai persoalan.

Dengan demikian, kita patut menunjukkan “andreia” pada konteks-konteks tertentu untuk mencapai tujuan hidup. Keberanian sangat dibutuhkan dalam kondisi sekarang ini, mengingat kita diperhadapkan dengan banyak pilihan yang mungkin saja menurunkan level iman kita. Andreia hadir dan memberikan terang bagi langkah kita serta mengarahkan hati dan pikiran kita ke arah yang Tuhan kehendaki.

Mereka yang bersyukur atas apa yang Tuhan buat dalam kehidupan mereka, entah baik, entah malang, entah sukacita, entah dukacita, adalah mereka yang berani. Itulah sebabnya, andreia patut kita pertahankan untuk menggapai hal-hal yang kita yakini dapat memberikan kebahagiaan dan berkat terutama berkat bagi orang lain ketika kita sendiri telah terberkati oleh Tuhan

Salam Bae

Sumber gambar: Unsplash

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai