
Ecclesiastical adalah kata sifat (adjective) dalam bahasa Inggris yang berasal dari bahasa Yunani ἐκκλησία (ekklesia), yang berarti “jemaat”, “perhimpunan umat”, atau “gereja”. Melalui bahasa Latin ecclesiasticus, kata ini berkembang menjadi ecclesiastical dalam bahasa Inggris.
Ecclesiastical berarti: berkaitan dengan gereja, kehidupan gerejawi, lembaga gereja, otoritas gereja, atau urusan keagamaan yang dijalankan oleh gereja. Dengan kata lain, sesuatu disebut ecclesiastical apabila berhubungan dengan struktur, pemerintahan, pelayanan, hukum, tradisi, atau aktivitas gereja.
Contoh penggunaannya: Ecclesiastical authority berarti otoritas gerejawi. Ecclesiastical law berarti hukum gereja (hukum kanonik). Ecclesiastical office berarti jabatan gerejawi. Ecclesiastical history berarti sejarah gereja. Ecclesiastical hierarchy berarti hierarki kepemimpinan gereja.
Secara teologis, istilah ecclesiastical menunjuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan hakikat dan kehidupan gereja sebagai tubuh Kristus. Karena itu, istilah ini sering dikaitkan dengan: Tata gereja (church polity); Kepemimpinan gereja; Sakramen dan liturgi; Disiplin gereja; Hubungan antara gereja dan masyarakat.
Banyak orang mencampuradukkan kedua istilah ini: Ecclesiastical berkaitan dengan gereja dan urusan gerejawi. Ecclesiology adalah cabang teologi yang mempelajari doktrin tentang gereja. Contoh: Ecclesiastical governance yakni tata kelola gerejawi. Ecclesiology yang berarti studi teologis tentang hakikat gereja.
Ecclesiastical adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gereja sebagai institusi, organisasi, otoritas, tradisi, pelayanan, dan kehidupan umat Allah dalam konteks gerejawi.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini biasanya diterjemahkan sebagai “gerejawi” atau “eklesiastikal”. Sebagai tambahan, dalam dunia teologi akademik terdapat beberapa istilah turunan yang sering digunakan dan saling berkaitan:
Ecclesia (Yunani: ekklesia): gereja, jemaat yang dipanggil keluar.
Ecclesial: berkaitan dengan hakikat atau kehidupan gereja sebagai komunitas umat Allah.
Ecclesiastical: berkaitan dengan struktur, otoritas, tata gereja, dan urusan gerejawi.
Ecclesiology: doktrin atau studi teologis tentang gereja.
Ecclesiocentric: berpusat pada gereja.
Ecclesiasticism: penekanan kuat pada lembaga, tradisi, atau otoritas gereja.
Ecclesiarchy: pemerintahan gerejawi atau kepemimpinan gereja.
Dalam penulisan teologi tingkat magister atau doktoral, istilah ecclesiastical sering dipakai dalam frasa seperti: Ecclesiastical Leadership (Kepemimpinan Gerejawi), Ecclesiastical Authority (Otoritas Gerejawi), dan lain sebagainya.
Secara etimologis dan teologis, istilah ini mengingatkan bahwa gereja bukan hanya sebuah organisasi sosial, tetapi sebuah komunitas yang dipanggil oleh Allah untuk menjalankan misi-Nya di dunia. Karena itu, segala sesuatu yang bersifat ecclesiastical idealnya tidak hanya mencerminkan aspek administratif dan kelembagaan, tetapi juga karakter rohani dari Tubuh Kristus itu sendiri.









