HARAPAN CINTA

Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/848084173573387060/

Perjalanan kisah cinta membutuhkan kendaraan agar tetap ada di dalam kendaraan dan mencapai tujuan, yaitu kesetiaan yang di dalamnya terdapat kebahagiaan, kepuasan, dan kasih yang tulus. Ketika kita menemukan dan menetapkan bahwa “dialah” cinta yang harus kutancapkan dalam hidup, maka ketetapan itu harus menjadi panduan kendaraan yang dinaiki.

Bahan bakar kendaraan haruslah terus diperhatikan, jangan sampai kehabisan di tengah jalan. Kalau hampir habis, singgalah di tempat penjualan bahan bakar dan belilah. Lalu mulailah melanjutkan perjalanan “rumah cinta”.

Harapan cinta tidak muluk-muluk. Biasanya seseorang cukup dengan mengatakan bahwa “Aku mencintaimu. Aku akan membahagiakanmu. Aku akan menjagamu, dan Aku akan setia sampai kapan pun.” Ini sederhana tapi sulit untuk dilakukan. Meski demikian, tetap saja harapan cinta itu diucapkan dan diyakinkan.

Cinta tanpa penegasan keyakinan tentu tidak kuat, meski dalam perjalanan cinta, terbukti keyakinan itu tidak kuat, malahan seseorang membuat “kekuatan lain” yang ditancapkan pada hati yang lain. Seyogianya tidaklah demikian. Ketika keyakinan cinta itu diucapkan, harapan terkandung di dalamnya. Tugas seseorang (atau kedua belah pihak) adalah menjaga harapan itu hingga terwujud sampai maut memisahkan mereka.

Harapan cinta itu kuat; lebih kuat dari orang yang makan Biskuat.

Harapan cinta itu membahagiakan; lebih Bahagia dari mereka yang menang lotre.

Harapan cinta itu meneguhkan hati, perasaan, dan nafsu.

Namun, harapan cinta itu pudar dan bahkan hilang ketika “ada harapan lain yang masuk mengganggunya”. Berhati-hatilah dalam menjalani kehidupan cinta; pegang teguh cinta itu; mintalah hikmat dan kekuatan dari Tuhan agar Ia menguatkan dan menyadarkan kita tentang bahayanya “harapan palsu” yang mengganggu harapan asli yang telah diikrarkan di depan sang kekasih, maupun di depan umum sehingga menjadi pengumuman.

Harapan cinta itulah yang mengarahkan langkah kita dalam menggapai bahagia, kepuasan, kesetiaan, dan pengorbanan. Jika kita tak memiliki harapan cinta bersama dengan orang yang kita kasihi dan cintai, atau bahkan harapan cinta itu hilang ditelah harapan dan tawaran cinta yang lain (yang hadir di tengah jalan), maka bahaya akan mengancam keutuhan ikatan cinta yang telah terbina.

Katakan kepada sang kekasih: “Aku tetap bersamamu, menggapai harapan cinta yang telah kita ikrarkan Bersama”. Aku akan tetap menjagamu; aku ada untukmu; akulah tulang rusukmu; dan akulah cinta sejatimu.

Salam Bae.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai