ALGORITMA KEHIDUPAN

Kata algoritma lahir dari dunia matematika dan komputasi: serangkaian langkah terstruktur untuk mencapai hasil tertentu. Dalam dunia mesin, algoritma adalah hukum tak terlihat yang mengatur bagaimana data diproses, keputusan dibuat, dan keluaran dihasilkan. Namun, ketika istilah ini dipinjam untuk memahami kehidupan, ia segera melampaui ranah teknis dan memasuki wilayah filosofis dan teologis. Apakah hidup manusia jugaLanjutkan membaca “ALGORITMA KEHIDUPAN”

FILSAFAT HIKMAT

Manusia, sebagai makhluk yang diciptakan menurut citra dan rupa Allah (imago Dei), secara eksistensial membawa dalam dirinya suatu kerinduan yang tak pernah padam—kerinduan akan hikmat; bukan sekadar akumulasi data atau kecakapan rasional, tetapi sapientia vera: pengenalan yang utuh, integral, dan transenden terhadap realitas terdalam segala sesuatu. Dalam konteks ini, hikmat (sophia) adalah puncak tertinggi dariLanjutkan membaca “FILSAFAT HIKMAT”

PEREMPUAN DAN LUKA KEHIDUPAN: Kisah Sunyi di Balik Senyum yang Dipaksakan

Perempuan sering kali dikenal dari senyumnya. Senyum yang manis, lembut, senyum yang seolah berkata bahwa segalanya baik-baik saja. Padahal, di balik lengkung bibir itu, ada doa yang tak pernah diucapkan dengan suara, ada luka yang dipeluk diam-diam, dan ada air mata yang belajar jatuh tanpa suara. Tidak semua perempuan pandai bercerita. Sebagian dari mereka justruLanjutkan membaca “PEREMPUAN DAN LUKA KEHIDUPAN: Kisah Sunyi di Balik Senyum yang Dipaksakan”

TENTANG PEREMPUAN: Refleksi Kehidupan

“Tentang Perempuan”, sering kali dunia berbicara terlalu cepat dan terlalu keras. Dunia menyebut perempuan dengan statistik, dengan norma, dengan tuntutan, dan dengan penilaian. Namun jarang sekali dunia berhenti untuk mendengarkan kesunyian yang dipikul perempuan, kesunyian yang tidak selalu bisa diterjemahkan menjadi kata-kata. Perempuan hidup dalam persimpangan antara harapan dan kenyataan. Sejak kecil, banyak perempuan sudahLanjutkan membaca “TENTANG PEREMPUAN: Refleksi Kehidupan”

Nama Baik dan Ontologi Nilai: Refleksi Teologis–Filosofis atas Amsal 22:1

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas”  Amsal 22:1 berdiri sebagai salah satu “pernyataan kebijaksanaan” paling ringkas namun paling radikal dalam Kitab Amsal. Dalam satu ayat pendek, teks ini mengguncang asumsi dasar manusia tentang nilai, keberhasilan, dan tujuan hidup. Di dunia yang cenderung mengukur martabat melaluiLanjutkan membaca “Nama Baik dan Ontologi Nilai: Refleksi Teologis–Filosofis atas Amsal 22:1”

Hukum Warisan: Kepemimpinan, Manusia, dan Makna yang Melampaui Waktu

John C. Maxwell, dalam refleksi kepemimpinannya yang luas dan praktis, menulis sebuah pernyataan yang sederhana namun sarat makna: “Terlampau sering para pemimpin mencurahkan energi mereka pada organisasi, gedung, dan bangunan, sistem atau benda mati lainnya. Hanya manusia yang akan melanjutkan hidup, setelah kita mati. Lainnya bersifat sementara.” Kutipan ini berbicara tentang apa yang oleh Maxwell sebutLanjutkan membaca “Hukum Warisan: Kepemimpinan, Manusia, dan Makna yang Melampaui Waktu”

CARILAH DAN TERIMALAH BERKAT-NYA

Matius 6:33 merupakan salah satu ayat paling sentral dan sering dikutip dalam khotbah Kristen, khususnya terkait relasi antara iman, kehidupan sehari-hari, dan kebutuhan manusia. Ayat ini berbunyi: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Di dalam satu pernyataan singkat ini, Yesus merangkum orientasi hidup Kerajaan Allah, prioritas eksistensial manusia, dan janjiLanjutkan membaca “CARILAH DAN TERIMALAH BERKAT-NYA”

LOGIKA ILMIAH VS ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Sebuah Refleksi Teologis dalam Konteks Pendidikan

Dalam era generatif  — kemampuan sistem untuk menghasilkan (to generate) konten baru — AI yang berkembang pesat, mahasiswa dan dosen sering menggunakan mesin AI seperti ChatGPT, Claude, Perplexity, DeepSeek, Gemini AI, Nova AI, dan lainnya, untuk menghasilkan karya ilmiah. Fenomena ini menimbulkan tantangan yang serius terhadap logika ilmiah, integritas akademik, dan cara manusiaa mencari kebenaran. Di tengah perkembangan teknologi informasi, Artificial Intelligence (AI) telahLanjutkan membaca “LOGIKA ILMIAH VS ARTIFICIAL INTELLIGENCE: Sebuah Refleksi Teologis dalam Konteks Pendidikan”

LOGIKA ILMIAH VERSUS ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Dalam era teknologi informasi yang pesat saat ini, perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi. Salah satu peran AI yang paling mencolok adalah dalam penyediaan informasi dan pembuatan konten. Alat seperti ChatGPT atau Gemini AI (dan sederet platform berbasis AI lainnya) memungkinkan pengguna, termasuk mahasiswa, untuk menghasilkan artikel, esai, danLanjutkan membaca “LOGIKA ILMIAH VERSUS ARTIFICIAL INTELLIGENCE”

TEOLOGI DAN IMAN

Teologi dan iman sering kali dipahami sebagai dua entitas yang saling terkait namun terpisah: iman sebagai dasar, teologi sebagai refleksi logis-empiris yang berakar pada pemahaman akan kebenaran Allah. Namun, dalam kedalaman realitas keagamaan, keduanya bukan sekadar hubungan sebab-akibat, melainkan dua dimensi dari satu perjalanan yang tak terpisahkan—perjalanan manusia menuju Allah. Iman bukan hanya materi mentahLanjutkan membaca “TEOLOGI DAN IMAN”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai